Nama : Wika Nurlita
Nama Gelar : As Salatah
Kelompok : 09
Zona Negara : Qatar
HARMONY IN DIVERSITY
Harmony in diversity keselarasan atau sering dikaitkan dengan kecocokan terhadap suatu hal. Namun tetap saja, selaras apapun suatu hal pasti memiliki perbedaan. Apabila dalam “Bhineka Tunggal Ika” dikatakan berbeda-beda tetapi satu jua. Namun dalam “Harmony in diversity” dikatakan keselarasan dalam perbedaan. Mungkin yang dimaksud, meskipun kompak dalam kelompok, tetap saja ada perbedaan didalamnya. Dengan adanya perbedaan, maka akan lebih beragam mempunyai kelebihan dan kekurangan serta tidak terasa monoton atau biasa-biasa saja.
Sama dengan tugas yang diberikan pada PKK Maba FIB 2011 ini. Meskipun tugas kelompok sama, tetapi tugas tiap individu berbeda. Demikian dengan tugas membuat essai ini, meskipun tema yang diambil sama tetapi pemikiran tiap mahasiswa berbeda-beda dan hasilnya pun berbeda. Mungkin itulah yang menjadi dasar dari PKK Maba tahun ini dan bagaimana menyatukan perbedaan dalam pola pikir yang ada itu?
Pastinya dibutuhkan usaha yang keras dan kerjasama dari setiap individunya. Dengan adanya perbedaan yang ada, akan membuat kelompok terlihat berbeda dan mempunyai keunikan sendiri. Setelah adanya keselarasan dalam kelompok, maka akan terlihat kelompok yang paling kompak, namun tetap memiliki tujuan yang mendidik didalamnya. Masalah dalam setiap kelompok pasti ada, untuk itu mahasiswa baru juga dituntut mencari cara untuk menyelesaikan masalah intern kelompok, pasti ada pemimpin dengan kriteria orang yang bisa adil dan bijak. Jalan tengah merupakan jalan terbaik untuk adanya perbedaan yang ada. Karena bagaimana pun kita sudah mahasiswa dan pemikiran kita tentunya tidak sama dengan masa pada saat kita SMA. Mungkin tujuannnya selain menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada tetapi juga bertujuan untik mengubah pola pikir mahasiswa baru dari pemikiran individu yang cenderung egois menjadi pemikiran sosial.
Hal ini bisa dikaitkan dengan keragaman budaya,keragaman budaya adalah salah satu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kehidupan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar pulau-pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehinnga mencerminkan kebudayaan agama tertentu.
Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradisional hingga ke modern dan kewilayahan. Dengan keanekaragaman kebudayaan Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaa yang lengkap dan bervariasi dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok suku bangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar perdaban yang ada di dunia. Hubungan-hubungan antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika” dimana bisa kita maknai bahwa konteks keanekaragamannya bukan hanya mengacu kepada keanekaragaman kelompok sukubangsa semata namun kepada konteks kebudayaan.
Didasari pula bahwa dengan jumlah kelompok sukubangsa kurang kebih 700’an suku bangsa di seluruh nusantara, dengan berbagai tipe kelompok masyarakat yang beragam, serta keragaman agamanya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang sesungguhnya rapuh. Rapuh dalam arti dengan keragaman perbedaan yang dimilikinya maka potensi konflik yang dipunyainya juga akan semakin tajam. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat akan menjadi pendorong untuk memperkuat isu konflik yang muncul di tengah-tengah masyarakat dimana sebenarnya konflik itu muncul dari isu-isu lain yang tidak berkenan dengan keragaman kebudayaan.
Menjaga keanekaragaman budaya dalam konteks masa kini,kekayaan kebudayaan akan banyak berkaitan dengan produk-produk kebudayaan yang berkaitan 3 wujud kebudayaan yaitu pengetahuan budaya, perilaku atau praktek-praktek budaya yang masih berlaku dan produk fisik kebudayaan yang berwujud artefak atau berguna. Beberapa hal yang berkaitan dengan 3 wujud kebudayaan tersebut yang dapat dilihat adalah produk kesenian dan sastra, tradisi, gaya hidup, sistem nilai dan sistem kepercayaan. Keragaman budaya dalam konteks studi ini lebih banyak diartikan sebagai produk atau hasil kebudayaan yang ada pada masa kini. Dalam konteks masyarakat yang multi kultur, keberadaan keberagaman kebudayaan adalah suatu yang harus dijaga dan dihormati keberadaanya.
Keberagaman budaya adalah memotong perbedaan budaya dari kelompok-kelompok masyarakat yang hidup di Indonesia. Keragaman budaya di artikan sebagai kekeayaan budaya yang dilihat sebagai cara yang ada dalam kebudayaan kelompok atau masyarakat untuk mengungkapkan ekspresinya. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan dalam keragaman budaya yang menjadi kebudayaan latar belakangnya, namun juga variasi cara dalam penciptaan artsistik, produksi, disseminasi, distribusi dan penghayatannya, apapun makna dan teknologi yang digunakannya.
Dalam konteks pengetahuan budaya akan berisi tentang simbol-simbol pengetahuan yang digunakan oleh masyarakat pemiliknya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungannya. Pengetahuan budaya biasanya akan berwujud nilai-nilai budaya suku bangsa dan nilai budaya bangsa Indonesia, dimana didalamnya berisi kearifan-arifan lokal kebudayaan lokal dan suku bangsa setempat. Kaerifan lokal tersebut berupaya nilai-nilai budaya lokal yang tercerminkan dalam tradisi upacara-upacara tradisional dan karya seni kelompok suku bangsa dan masyarakat adat yang ada di nusantara. Sedangkan tingkah laku budaya berkaitan dengan tingkah laku atau tindakan-tindakan yang bersumber dari nilai-nilai budaya yang ada. Bentuk tingkah laku budaya tersebut bisa dirupakan dalam bentuk tingkah laku sehari-hari, pola interaksi, kegiatan subsistem masyarakat dan sebagainya atau bisa kita sebut sebagai aktivitas budaya. Dalam artefak budaya, kearifan lokal bangsa Indonesia diwujudkan dalam karya-karya seni rupa atau benda budaya-budaya (cagar budaya). Jika kita melihat penjelasan diatas maka sebenarnya kekayaan Indonesia mempunyai bentuk yang beragam, tidak hanya beragam dari bentuknya namun juga menyangkut asalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar